1. Kebebasan
Pengertian kebebasan dapat dilihat dari berbagai sudut, baik umum maupun khusus. Namun, dalam pengertian umum kebebasan bersifat negatif. Bebas berarti tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan atau tidak ada larangan.
Dalam pengertian khusus kebebasan dilihat dalam diri manusia itu sendiri. Hal ini dikaitkan dengan tiga hal yaitu, penyempurnaan diri, kesanggupan untuk memilih dan memutuskan, dan kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan.
Pengertian kebebasan secara khusus juga terkait dengan krsanggupan manusia untuk memilih dan menentukan diri , dimana pilihan adalah realitas hidup manusia. Dengan berhadapan dengan pilihan ia harus bisa mengambil keputusan. Dengan demikian kebebaan berkaitan dengan potensi manusia untuk menentukan arah hidupnya.
Jenis-Jenis Kebebasan
2. Pengetahuan
Kegiatan mengetahui adalah cara manusia mengunkaokan keberadaannya. Melalu pengetahuan manusia berhubungan dengan orang lain. Melalui pengetahuan manusia bisa berada lebih tinggi. Pengetahuan merupakan hasil sebuah subjek terhadap objek. Pengetahuan adalah produk produk dari pemikiran manusia. Pengetahuan manusia memiliki sifat-sifat umum, yaitu imanen, intensional, relasional, progresif, mendusnia, perspektif, personal, dan menyejarah.
Syarat-syarat pengetahuan
Peranan otak. Kesadaran terkait dengan otak karena itu peranan otak sangat penting sebagai kondisi yang memungkinkan pengetahuan.
Dua Bentuk Pengetahuan
3. Intellegence
Inteligensi berasal dari bahasa latin intellegere dan intellectus. Kata intellegere berasal dari dua kata yaituintus yang berarti pikiran atau akal dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Sedangkanintellegere berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan.
4. Afektivitas
Afektivitas adalah kemampuan untuk menyatakan emosi, berdasar pengalaman sendiri, khususnya untuk memenuhi suatu kebutuhan atau dorongan yang mendesak. Kenetralan dalam afektivitas ditunjukkan seseorang yang dapat menahan diri dalam memenuhi kebutuhan mendesak itu dengan maksud mencapai tujuanlain yang lebih jauh.
Melalui afektivitas manusia tergerakkan hatinya, keinginannya, dan peraaannya atau ketertarikannya untuk mengamati, mempelajari, dan mengembangkan pengada-pengad aktual di sekitarnya menjadi bagian dari proses keberadaannya.
Afektivitas berbeda dari pengetahuan. Cinta (afektivitas positif) atau benci (afekivitas negatif) bisa menjadi penentu dasar suatu tindakkan positif.
Afektivitas bukan hanya sekedar selera tetapi juga mengenai intelektual atau intelligible. Kegiatan afektiv harus dimengerti sebagai gerakkan batin karena subjeknya ditarik atau ditolak. Perbuatan afektif mengarahkan manusia untuk dunianya dan membuat manusia berada secara lebih langsung dan lebih intensif bersama dengan hal-hal lain, jadi sejauh lebih bersifat eksistensial.
Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif.
Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.119.
Sihotang, K. 2009. Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme. Yogyakarta: Penerbit Kansius.
diintisarikan dari kelompok dan dari binusmaya pertemuan 13-15, diunduh tanggal 11 April 2015
Pengertian kebebasan dapat dilihat dari berbagai sudut, baik umum maupun khusus. Namun, dalam pengertian umum kebebasan bersifat negatif. Bebas berarti tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan atau tidak ada larangan.
Dalam pengertian khusus kebebasan dilihat dalam diri manusia itu sendiri. Hal ini dikaitkan dengan tiga hal yaitu, penyempurnaan diri, kesanggupan untuk memilih dan memutuskan, dan kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan.
Pengertian kebebasan secara khusus juga terkait dengan krsanggupan manusia untuk memilih dan menentukan diri , dimana pilihan adalah realitas hidup manusia. Dengan berhadapan dengan pilihan ia harus bisa mengambil keputusan. Dengan demikian kebebaan berkaitan dengan potensi manusia untuk menentukan arah hidupnya.
Jenis-Jenis Kebebasan
- Kebebasan Horizontal
- Kebebasan Vertikal
- Kebebasan Eksistensial
- Kebebasan Sosial
2. Pengetahuan
Kegiatan mengetahui adalah cara manusia mengunkaokan keberadaannya. Melalu pengetahuan manusia berhubungan dengan orang lain. Melalui pengetahuan manusia bisa berada lebih tinggi. Pengetahuan merupakan hasil sebuah subjek terhadap objek. Pengetahuan adalah produk produk dari pemikiran manusia. Pengetahuan manusia memiliki sifat-sifat umum, yaitu imanen, intensional, relasional, progresif, mendusnia, perspektif, personal, dan menyejarah.
Syarat-syarat pengetahuan
- Spontanitas
- Keterbukaan
- Kesadaran
Peranan otak. Kesadaran terkait dengan otak karena itu peranan otak sangat penting sebagai kondisi yang memungkinkan pengetahuan.
Dua Bentuk Pengetahuan
- Pengetahuan Indrawi
- Pengetahuan intelektif
3. Intellegence
Inteligensi berasal dari bahasa latin intellegere dan intellectus. Kata intellegere berasal dari dua kata yaituintus yang berarti pikiran atau akal dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Sedangkanintellegere berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan.
4. Afektivitas
Afektivitas adalah kemampuan untuk menyatakan emosi, berdasar pengalaman sendiri, khususnya untuk memenuhi suatu kebutuhan atau dorongan yang mendesak. Kenetralan dalam afektivitas ditunjukkan seseorang yang dapat menahan diri dalam memenuhi kebutuhan mendesak itu dengan maksud mencapai tujuanlain yang lebih jauh.
Melalui afektivitas manusia tergerakkan hatinya, keinginannya, dan peraaannya atau ketertarikannya untuk mengamati, mempelajari, dan mengembangkan pengada-pengad aktual di sekitarnya menjadi bagian dari proses keberadaannya.
Afektivitas berbeda dari pengetahuan. Cinta (afektivitas positif) atau benci (afekivitas negatif) bisa menjadi penentu dasar suatu tindakkan positif.
Afektivitas bukan hanya sekedar selera tetapi juga mengenai intelektual atau intelligible. Kegiatan afektiv harus dimengerti sebagai gerakkan batin karena subjeknya ditarik atau ditolak. Perbuatan afektif mengarahkan manusia untuk dunianya dan membuat manusia berada secara lebih langsung dan lebih intensif bersama dengan hal-hal lain, jadi sejauh lebih bersifat eksistensial.
Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif.
Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.119.
Sihotang, K. 2009. Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme. Yogyakarta: Penerbit Kansius.
diintisarikan dari kelompok dan dari binusmaya pertemuan 13-15, diunduh tanggal 11 April 2015
dear tanya, tulisannya jangan dempet2 diperhatikan lg bentuk tata letaknya. biar enak diliat dan mudah dibaca
BalasHapusnilai: 75