Pages

Kamis, 15 Januari 2015

sosok

IRMAN  MEILANDI : "SAATNYA MEMBANGUN DESA" 
 
Oleh Cornelius Helmy Herlambang
 Kompas, Rabu 12 November 2014

            Sepuluh tahun lalu, Irman Meilandi (40) percaya diri mempromosikan hutan Mandalamekar kepada rekannya yang aktif menyelamatkan owa Jawa. Namun, kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan oleh Irman sebelumnya. Pohon besar hilang berganti ilalang, ratusan mata air musnah. Hal tersebut disebabkan oleh pemanfaatan lahan sembarangan.
Kondisi tersebut memukul keras jiwa Irman. Saat itu, Irman aktif memberdayakan masyarakat untuk melestarikan alam Raja Ampat, Papua Barat. Nama Irman juga terkenal karena terus menekan pencemaran merkuri di tambang emas di Tatelu dan mempromosikan perlindungan Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara.
“Saya ingin memberikan peran bagi tanah kelahiran. Setelah menyelesaikan kontrak di Raja Ampat, saya pulang kampong tahun 2009”. Ujar Irman. (Kompas, Rabu 12 November 2014)
           Akhirnya tanpa berfikir panjang, Irman berinisiatif menyelamatkan kawasan itu dengan membeli lahan tersebut dengan memanfaatkan uang tabungannya. Berbeda dengan pemilik sebelumnya, Irman hanya akan menanami pohon di atas lahan tandus.
Irman juga berusaha mengajak teman sekampungnya untuk memperbaiki kawasan yang sudh menjadi tandus. Awalnya teman Irman tidak percaya dengan cerita Irman, karena penasaran Dodi Rosadu (40) pulang kampong. Ia pun disuguhi suramnya masa depan Mandalamekar. Hingga, hatinya pun tergerak mengikuti jejak Irman menyelamatkan Mandalamekar.
Setelah berdiskusi dengan Irman, ia memilih untuk mengangkat kembali pamor cabai rahong yang sempat kehilangan peminat. Hasilnya cukup memuaskan. Cabai yang menjadi primadona di Pasar Induk Kramat Jati itu berhasil menarik kembali pemuda Mandalamekar lain untuk pulang kampong dan melestarikan daerahnya.
         Untuk meluaskan kesempatan dan membuka wawasan warga Mandalamekar, Irman memperkenalkan teknologi informasi. Yana Noviandi, Kepala Desa Mandalamekar mengaku mengenal internet dari Irman. Yana mengatakan tidak mudah belajar di daerah dengan sambungan internet yang amburadul. Namun kemauan Yana tidak sia-sia, Teknologi Informasi memperkenalkan mereka pada radio komunitas, blog, dan situs lainnya.
“Warga juga punya blog pribadi. Dibantu Yossi Suparyo, aktivis pemberdayaan masyarakat desa, Mandalamekar punya laman www.mandalamekar.or.id dan diperbarui dengan mandalamekar.desa.id . Potensi dan aktivitas desa ada disini”. Kata Yana. (Kompas, Rabu 12 November 2014)
Mandalamekar juga telah menjuarai Konservasi Alam dan Penghijauan Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2009 dan 2010. Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Mandalamekar pada posisi kedua terbaik dalam lomba konservasi tingkat Jawa Barat tahun 2011.
Peran aktif Irman membangun mandalamekar membawanya pada tanggung jawab besar. Ia ikut mempromosikan Undang-Undang Desa ke sejumlah daerah. Irman mengatakan, setiap desa akan diajak mengenal kekuatannya.

R.Tannya Atika P
Source : Kompas, Rabu 12 November 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com