KOMPAS, Rabu, 26 November 2014
Judul Artikel : Antara Zubin Mehta dan Anak-anak Jalanan
Sosok Iskandar Widjaja-Hadar ia adalah seorang violis yang sangat berbakat dan ia mengikuti audisi namun baginya audisi seperti “berantem” karena ia merasa seperti bersaing dengan musisi yang lain. Namun pada tahun 2012 Iskandar mengikuti audisi yang berada di italia. Ia yang sempat tinggal di German lalu memutuskan utuk pergi ke Italia. Dan audisi tersebut oleh konduktor terbaik di dunia yaitu Zubin Mehta. ” saya sangat beruntung bisa beraudisi dan mendapatkan hasil yang baik. Dia ( Mehta ) seorang legenda, termasuk lima besar konduktor terbaik di dunia” kata Iskandar dan lebih nyaman berbicara dengan bahsa inggris. Dan hasilnya setelah mengikuti audisi Iskandar dapat tampil dalam konser dengan orkestra Maggio Musicale Firenze dibawah konduktor Zubin Mehta.
Sedikit melirik bagaimana Iskandar dapat menjadi violis terbaik , ia
belajar bermain musik semenjak umur empat tahun dengan cara Suzuki yitu pembelajaran dengan bahasa ibu dan hanya mendengarkan maka akan lebih mudah untuk belajar musik.
Dengan keahliannya ia ingin berbagi ilmunya bersama anak-anak jalanan yang di bina oleh Jakarta Philharmonic Orchestra ( JPO ). Maka dari itu Ivan Hadar menggagas konser berasama anak – anak jalanan. Dan Iskandar memberikan lokakarya pada tanggal 28 November di Bentara Budaya Jakarta untuk memberikan motivasi.
Bila melihat sedikit lebih dalam mengenai pendidikan Iskandar Widjaja- Hadar lahir di German, 6 Juni 1986 serta bersekolah mengenai musik dan banyak sekali penghargaan yang ia dapat di antaranya Peraih mendali emas pada 1st International Hindemith Violin Competation, Tahun 2013 diterima sebagai solois utama pada Orpheum Foundation beradasrkan referensi dari Zubin Mehta dan Christoph Eschenbach.
Dan bagi Iskandar Musik adalah sebuah energi karena musik dapat memberikan pengalaman spitiyual dan dapat meminimalisir energi negatif yang ada di tubuh kita ” Dan,musik punya efek membersihkan dan menjernihkan pikiran. Segala unsur negatif dalam diri kita akan luruh. Musik itu energi dan manusia eksis karena energi.
Disusun Oleh: FRANS SARTONOS
Gambar: https://www.google.com/search?q=iskandar+widjaja&biw=1366&bih=657&tbm=isch&imgil=wib5YsoXZkOWEM%253A%253BNA7e3GQmigwF-M%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fmaricari.com%25252Fprofil-iskandar-widjaja%25252F&source
Judul Artikel : Antara Zubin Mehta dan Anak-anak Jalanan
Sosok Iskandar Widjaja-Hadar ia adalah seorang violis yang sangat berbakat dan ia mengikuti audisi namun baginya audisi seperti “berantem” karena ia merasa seperti bersaing dengan musisi yang lain. Namun pada tahun 2012 Iskandar mengikuti audisi yang berada di italia. Ia yang sempat tinggal di German lalu memutuskan utuk pergi ke Italia. Dan audisi tersebut oleh konduktor terbaik di dunia yaitu Zubin Mehta. ” saya sangat beruntung bisa beraudisi dan mendapatkan hasil yang baik. Dia ( Mehta ) seorang legenda, termasuk lima besar konduktor terbaik di dunia” kata Iskandar dan lebih nyaman berbicara dengan bahsa inggris. Dan hasilnya setelah mengikuti audisi Iskandar dapat tampil dalam konser dengan orkestra Maggio Musicale Firenze dibawah konduktor Zubin Mehta.
Dengan keahliannya ia ingin berbagi ilmunya bersama anak-anak jalanan yang di bina oleh Jakarta Philharmonic Orchestra ( JPO ). Maka dari itu Ivan Hadar menggagas konser berasama anak – anak jalanan. Dan Iskandar memberikan lokakarya pada tanggal 28 November di Bentara Budaya Jakarta untuk memberikan motivasi.
Bila melihat sedikit lebih dalam mengenai pendidikan Iskandar Widjaja- Hadar lahir di German, 6 Juni 1986 serta bersekolah mengenai musik dan banyak sekali penghargaan yang ia dapat di antaranya Peraih mendali emas pada 1st International Hindemith Violin Competation, Tahun 2013 diterima sebagai solois utama pada Orpheum Foundation beradasrkan referensi dari Zubin Mehta dan Christoph Eschenbach.
Dan bagi Iskandar Musik adalah sebuah energi karena musik dapat memberikan pengalaman spitiyual dan dapat meminimalisir energi negatif yang ada di tubuh kita ” Dan,musik punya efek membersihkan dan menjernihkan pikiran. Segala unsur negatif dalam diri kita akan luruh. Musik itu energi dan manusia eksis karena energi.
Disusun Oleh: FRANS SARTONOS
Gambar: https://www.google.com/search?q=iskandar+widjaja&biw=1366&bih=657&tbm=isch&imgil=wib5YsoXZkOWEM%253A%253BNA7e3GQmigwF-M%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fmaricari.com%25252Fprofil-iskandar-widjaja%25252F&source
Tidak ada komentar:
Posting Komentar