Pages

Kamis, 30 Oktober 2014

SOSOK

KEKUATAN PENARI DI TANGAN HANDOKO

Tri Handoko warga desa Muneng Warangan,Kecamatan Pakis,Kabupaten Magelang, Jawa Tengah adalah simbol kekuatan penari. Percayakan kepada dia untuk menggelar pentas tari massal yang melibatkan ribuan penari. Dia mapu untuk mengumpulkan mereka hanya dalam satu hari.
"Saya cukup mengontak beberapa orang,biasanya ratusan hingga ribuan penari bisa langsung terkumpul,"ujar handoko.Handoko bukan pemilik event organizer dan tak punya sekolah tari. Massa yang biasa dia dikumpul biasanya berasal dari ribuan anak didiknya dan hubungan pertemannan yang dia miliki. Relasi yang dia jalin dengan sesama seniman selama 20 tahun lebih berkecimpung didunia tari. Hal itu sudah pernah dia buktikan dalam berbagai acara. Pada pembukaan Liga Primer Indonesia di Solo, misalnya, Handoko menggelar pentas dengan melibatkan 500 penari. Dia juga membawakan pentas musik trunthung bersama 800 siswa SD di Hotel Pondok Tingal, Magelang dan berkolaborasi dengan ribuan penari dalam acara kesenian di Yogyakarta. Menari bagi Handoko adalah denyut kehidupannya. Aktivitas yang tak lepas sejak dia masih kecil. Ia lahir dari keluarga petani dan belajar tari saat kelas IV SD. Setelah itu menrai menjadi lesenangan yang tak bisa dia tinggalkan. "Saat menari,saya merasa merdeka sekali," ujarnya. Setamat SMA dia mulai menekuni hobi menari lebih serius. Dia pun melatih tari di kampung-kampung di sekitar dusunnya. Dari sini dia punya banyak murid dan mengenal banyak orang dari kampung-kampung tetangga yang juga mencintai tari.
Relasi Handoko meluas setelah mengenal Sutanto Mendut, budayan sekaligus tokoh Komunitas Seniman Lima Gunung. Saat itu sutanto berkeliling mencari benda antik dan unik untuk menambah koleksi galerinya, Studio Mendut, di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Bermulai dari pertemuan dan poerbincangan tentang kesenian dan benda seni, Handoko mengenal banyak seniman lain di Kabupaten Magelang.

INSPIRASI
Tidak hanya menarikan gerakan yang diajarkan para guru dan orang yang lebih tua di desanya, seiring dengan bertambahnya pengalaman, Handoko semakin pintar memodifikasi dan menambahkan gerakan baru dalam tarian. Inspirasi ini sebagian besar datang dari tontonan favoritnya sejak kecil, film india. "Selalu ada gerakan unik dan menarik dari dunia Bollywood," ujar Hnadoko. Bagi Handoko, kreativitas dalam dunia tari merupakan harga mayi yang harus dijalani

KARIER MENARI
Handoko kini melatih tari di 12 sekolah di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Selain itu dia juga melatih tari di beberapa kantor dinas dan instansi sejumlah kota, seperti Jakarta, Ambarawa, Magelang, Boyolali, Temanggung dan Yogyakarta.

PROFIL
Lahir         : Magelang, Jawa Tengah, 20 November 1976
Pendidikan:Diploma 2 Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah, Magelang
Pencapaian:
  • penari, guru tari, koreografer
  •  Ketua Sanggar Warangan Merbabu, Magelang 








sumber: koran Kompas Jumat 5 September 2014
penulis artikel: Regina Rukmorini



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com