Pages

Jumat, 24 April 2015

Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility

1. Socialization

1.1 PENGERTIAN SOSIALISASI

Sosialisasi adalah proses dimana penanaman kebiasaan, nilai atau aturan dalam sebuah kelompok masyarakat dalam bentuk perkembangan manusia. Lalu lingkungan sosial sendiri mempunyai agen-agen dalam sosialisasi yaitu keluarga, school, sebuah grup,sebuah agama dan Negara, ,media massa dll.

1.2 PROSES SOSIALISASI

Menurut George Herbert Mead

Gambar 1.1George Herbert Mead

 

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
  • Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

  • Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)

  • Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

  • Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya

2. Social Interaction

2.1 PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang menyangkit hubungan antarindividu,individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial terjadi karena adanya proses kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya bersentuhan fisik tetapi dapat juga dilakukan melalui alat teknologi. 
1.2 Interaksi Sosial

1.3 Interaksi Sosial dalam sisi Teknologi 



2.2 PERATURAN SOSIAL
Sebuah set ekspetasi untuk seseorang bagaimana menempatkan status yang diberikan.

2.2.1 Peran Konflik
Terjadi ketika harapan tidak sesuai muncul dari timbul dua atau lebih dari posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama.

2.2.2 Peran Renggangan
Kesulitan yang muncul ketika posisi sosial yang sama membebankan dan bertentangan dengan tuntutan dan harapan.

2.2.3 Peran Keluar
Proses pelepasan dari peran yang bepusat oleh satu identitas untuk membangun peran yang baru.

3. Social Mobility 

Mobilitas Sosial sendiri memiliki 3 tipe yaitu:

3.1 Mobilitas Horizontal, gerakan dalam jarak yang sama daalam wibawanya.  
3.2 Mobilitas Vertical, perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dari peringkat yang berbeda.  
3.3 Mobilitas Intragenerasional, perubahan posisi sosial dalam kehidupan orang dewasa.
 
referensi: disarikan dari binusmaya pertemuan ketujuh dan wikipedia 
sumber gambar: https://www.google.co.id/search?q=interaksi+sosial&biw=1600&bih=828&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=8Wk6VZ70E8TUmgWs1oCAAg&ved=0CAYQ_AUoAQ#imgrc=_

diunduh pada tanggal 24 April 2015
by: Tannya Atika

WE ARE NOT GIVEN A GOOD LIFE OR A BAD LIFE. WE ARE GIVEN LIFE. AND IT'S UP TO YOU TO MAKE IT GOOD OR BAD
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com