Menjaga Kalabia Terus Berlayar
R.Tannya Atika Putri
Semangat anak-anak setempat tentang lingkungan itulah yang membuat Abraham Goram Gaman untuk terus melayarkan kalibia.Abraham adalah ketua yayasanKalibia Indonesia yang kini sedang menjalani misi pendidikan konservasi untuk anak-anak dan warga setempat Raja Ampat.Kapal Kalabia awalnya dioperasikan oleh Conservation International(CI) Namun pada tahun 2012program itu berakhir .Namun Abraham dan teman-temannya tidak mau program ini berakhir karena mereka merasa ini sangat diperlukan oleh warga raja ampat. Raja Ampat adalah daerah kepulauan di "kepala burung"papua yang membentang luas dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 600buah.oleh karena itu wajar kalau masih banyak kampung yang terisolasi dan sulit dijangkaufasilitas pendidikan ataupun informasi.Model sekolah apung seperti Kalibia inilah yang menurut Abraham sangat membantu.Abraham sendiri mendirikan yayasan kalibia indonesi pada tanggal 20 juli 2012 dan melanjuytkan program itu secara mandiri.Dia kemudian mencari pendanaan untuk mengoperasikan kapalyang mebutuhkan biaya lebih dari Rp 100 juta.Lalu PT.Pelindo II bersedia menjadidonor Kalibia melalui program Corporate Social Responsibility(CSR)mereka selama 5 tahun,mulai dari 2013-2018. panjang kapal kalibia sendiri yaitu 32 meter. Nama Kalibia sendiri diambil dari nama jenis hiu yang hidup di perairan Raja Ampat. Kalabia sekarang diawaki oleh sembilankru dan enam fasilitator atau pendidik.
Minim Fasilitas Pendidikan
Minimnya fasilitas dan guru dikapal Kalibia sendiri membuat anak-anak menjadi rindu akan Kalibia. Bukan hanya anak-anak tetapi orang dewasa yang kurang informasi itu juga merasa rindu. Hal itu karena mereka bisa mendapat informasi baru dari para pengajar disana. Dikapal Kalibia sendiri anak-anak belajar tentang ekositem terumbu karangpadang lamun,hutan bakau,hingga permasalahan sampah. Tujuannya adalah tidak jauh dari menciptakan kesadaran dan kecintaan mereka terhadaplingkungan sekitar.
Namun metode pembelajaran yang digunakan dalam sekolah apung kapal kalibia ini adalah jauh dari kesan formal dan disesuaikan dengan dunia anak-anak. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyelipkan materi permainan edukatif yang memunculkan keceriaan. Abraham berharap pengetahuan soal konservasi itu akan selalu tertanam dalam diri anak-anak sampai mereka dewasa.
Calon Pegawai Negeri Sipil
latar pendidkan abraham adalah manajemen informatika yang ditempuh di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) setelah lulus dari USTJ tahun 1995 ia lalu bekerja di almamaternya bertugas diadministrasi dan menjadi staf pengajar 2005. Setelah itu ia diterima sebagai pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Rraja Ampat namun ia hanya bertahan selama 2 tahun.Abraham memilih melepaskan peluangnya menjadi pegawai negri sipil untuk bergabung dengan CI pada 2006."Saya mau lebih banyak memberikan sumbangsih kepada masyarakat," Abraham memberikan alasan.
Profil Abraham Gram Gaman
lahir: Sorong, Papua, 32 Mei 1970
pendidikan:S-1 Manajemen Informatika Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Papua
istri :Yulia Ayomi
anak :lima orang
pengalaman kerja :Universitas Sains dan Teknologi Jayapura,Papua 1995-2005
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat,Papua 2005-2006
Conservation International,2006-2012
Yayasan Kalibia Indonesia,2012-sekarang
![]() |
| Abraham Goram Gaman sumber : koran kompas kamis,16 Oktober 2014 |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar